^ mind diary ^

Wednesday, February 25, 2004

el de er

Menjalani hubungan jarak jauh buat sebagian orang mungkin merupakan suatu hal yang agak rumit. Kadang hubungan seperti ini bisa membuat pasangan menjadikan hubungan mereka semakin menjauh. Mereka berpikir bahwa suatu hubungan itu harus dipelihara dengan kuantitas pertemuan yang teratur, kalau perlu malah setiap hari. Jadi kalau salah seorang di antara mereka ada yang harus berada di kota lain, atau bahkan di negeri lain, kehidupan asmara sepertinya sudah tak semenarik dan seindah sebelumnya. Perhatian yang dibutuhkan tak akan mungkin dapat diberikan seintens dulu.


Tapi ada juga yang lain... hubungan jarak jauh malah menjadikan pasangan meningkatkan kualitas hubungan mereka. Misalnya, mereka semakin percaya satu sama lain, semakin mandiri dan semakin mengerti bahwa kasih sayang tidak bisa dipisahkan oleh jarak dan waktu.


Sekarang saya mau cerita pengalaman lucu saya. Tapi ngga tau juga ini masuk kategori yang pertama atau yang kedua. Saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang; duluuuu sekali. Dia saat itu harus pindah sekolah ke luar kota. Saya sedih sekali waktu itu. Selama di sana, tiap seminggu atau dua minggu sekali dia usahakan untuk menelepon saya. Sedihnya, saya tidak bisa menelepon dia karena dia tinggal di asrama. Kami lebih sering surat-menyurat.


Setelah tiga tahun terpisah dan hanya bertemu setahun satu atau dua kali, akhirnya kami bisa bersama lagi. Bahkan kami kuliah di kampus yang sama, walaupun berbeda fakultas. Tapi setelah kami jalani selama setahun, ada hal-hal yang rasanya berbeda dengan ketika kami masih berjauhan. Aneh sekali karena setelah berada dalam satu kota, kami seringkali berselisih, bahkan tentang hal-hal yang kecil. Kalau kami bertemu, rasanya hambar. Yang ada cuma mempertahankan hubungan yang ada, tanpa berusaha untuk memperbaikinya.


Tak lama, akhirnya kami sepakat untuk tidak melanjutkan hubungan. Hari itu dia hendak mengatakan sesuatu pada saya. Saya sudah merasa bahwa hubungan kami tak akan berlanjut. Setelah kami bicara, rasanya legaaaaaa sekali. Kami pun bisa tersenyum dengan perasaan yang lebih ringan.


Sampai saat ini kami tetap bersahabat. Lucunya kami malah bisa lebih terbuka dibandingkan dulu.


Jadi ya begitulah sedikit cerita saya... demi mengobati rindu Anda semua membaca blog yang jarang sekali saya update ;). Makasi ya udah baca.... hehe...


nb:
untuk sahabat saya yang sedang menjalani LDR ini, saya doakan mudah-mudahan Allah Swt memudahkan segalanya untuk kalian.. amiin...


Love you all,