^ mind diary ^

Friday, March 05, 2004

sore itu

sore itu, hujan deras mengguyur kota.
dari balik jendela kupandangi alur-alur air hujan
yang miringnya mencapai enam puluh derajat.
hujan sore itu sedikit tidak biasa dari minggu-minggu sebelumnya.
angin kencang ikut menggerakkan pohon-pohon
yang ada di belakang kantorku. sedikit ngeri melihatnya.


sore itu, di tengah dinginnya ruang kerja yang ber-ac
ditambah dinginnya udara luar,
ada rasa rindu pada kekasihku
yang saat itu, pikirku, mungkin tengah terlelap.
kukirimkan pesan singkat padanya dan menanyakan
apakah aku boleh mampir ke rumahnya.
atau mungkin kami bisa berjumpa sejenak
sambil menikmati hangatnya kentang goreng di McDonald.


sore itu, ternyata rasa rinduku harus kupendam dulu.
rasa lelah yang mengelayuti dirinya
juga kantuk yang hebat
membuatnya berat untuk bertemu denganku


tak ada yang bisa kukatakan saat itu
hanya ada sedikit rasa kecewa di hati


aku menyayanginya
sangat menyayanginya
diamku adalah ungkapanku tentang hatiku saat itu
dan mungkin juga saat nanti
saat kami Insya Allah diberi kesempatan
oleh Yang Maha Kuasa
untuk mengarungi kehidupan ini bersama-bersama


itulah caraku, kekasihku
saat ini aku belum menemukan
cara yang lebih baik untuk mengungkapkan
rasa kesal dan kecewa


buatku itu lebih baik
daripada harus mengencangkan urat leher
dan mengeluarkan kata-kata
yang bisa menyakiti hatimu


maafkan aku
mungkin rasa sayangku padamulah
yang membuatku mudah sedih
dan mudah kecewa
saat aku tak bisa mendekat padamu
saat aku tak bisa mencurahkan rinduku
padamu..
kekasihku yang amat kusayang...


lindungilah kami ya Allah...
mudahkanlah jalan kami..
agar dapat menemukan hikmah
di balik setiap kejadian
yang kami lalui... Amiin...