2 Months after Our Wedding
Alhamdulillah kurang lebih 60 hari baru kami lalui bersama. Puji syukur padaMu ya Allah atas segala nikmat dan karuniaMu... sehingga kami, atau tepatnya Bapak dan calon suami saya, telah melaksanakan Ijab-Qobul pada hari Jumat siang, 1 Rabi'ul Akhir 1425 H (21 Mei 2004) pukul 14.45 WIB.
Acara siang hari itu sedikit terlambat karena rombongan keluarga (calon - pada waktu itu) pengantin pria terjebak kemacetan di sekitar Salemba. Menjatuhkan pilihan untuk melaksanakan akad nikah di hari Jumat memang harus siap dengan cobaannya. Jika akad nikah dilakukan pagi hari, harus segera selesai karena harus melaksanakan solat Jumat. Dan jika siang hari akan ada kemungkinan terlambat dari jadwal karena harus solat Jumat dahulu demi tetap melaksanakan acara itu di hari Jumat, dan bukan Jumat sore menjelang Sabtu. Menikah di hari Jumat disunahkan bukan?
Tapi mungkin justru itulah indahnya. Deg-degan sekali pada waktu itu menunggu kedatangan rombongan keluarga pria...tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan berdoa agar semua berjalan lancar dan mendapat Ridho Allah Swt..
Alhamdulillah acara bisa berlangsung dengan lancar. Bapak dan calon suami saya mengucapkan lafal Ijab-Qobul dengan baik. Subhanallah...tak ada kata yang mampu melukiskan perasaan di hati ini ketika lafal-lafal itu selesai diucapkan. Terharu, bergetar, senang, sedih, semua campur menjadi satu dalam doa yang kami lakukan bersama setelah itu... Tapi yang utama adalah rasa syukur kepadaMu ya Allah atas segala nikmat dan karunia ini...
Kira-kira setengah jam kemudian, acara dilanjutkan dengan sungkeman pada orangtua. Saat-saat inilah yang amat berat dilakukan. Kami semua tak kuasa menahan air mata. Memohon maaf dan doa restu kepada orangtua atas kehidupan kami yang baru nanti... Dan semua saling menitipkan diri... Sungguh merupakan tanggung jawab yang besar...
Setelah itu acara dilanjutkan dengan upacara adat Jawa yang terdiri atas beberapa acara. Salah satunya adalah rebutan barang-barang rumah tangga. Katanya sih ini ditujukan untuk ibu-ibu yang punya anak perempuan. Bila ibu-ibu itu berhasil merebut salah satu barang tersebut, anak perempuannya akan segera menikah :). Saya hanya tersenyum saja mendengarnya. Acara itulah yang paling heboh sore itu.. Alhamdulillah pikulan barang-barang yang dibawa kerabat kami itu "laris manis" :).
Ada kesedihan pada hari itu karena sahabat-sahabat yang amat saya nantikan kehadirannya tak dapat hadir menemani saya. Tapi saya yakin mereka tetap mendoakan kami. Juga ada beberapa teman dan kerabat yang harus meninggalkan tempat acara karena tidak bisa menunggu terlalu lama. Saya sungguh terharu dengan kesediaan mereka untuk hadir pada acara kami. Terima kasih ya...
Acara resepsi baru dilaksanakan hari Minggu malam, tanggal 23 Mei 2004 di Aula Sakinah, Masjid Agung Sunda Kelapa. Alhamdulillah sungguh rezeki itu Allah yang mengatur.. dan rezeki itu kami percaya sebagai hasil dari "tanaman yang dipupuk dan dipelihara" oleh orangtua kami.. Terima kasih Mama, Bapak, Bunda, Papa...
Terima kasih juga untuk teman-teman yang selalu mendoakan kami dan telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara-acara kami... Hanya Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan...
Kini dua bulan sudah kami jalani. Belumlah seberapa artinya bila dibandingkan dengan teman-teman yang sudah lebih dulu menyempurnakan setengah diennya.. apalagi jika dibandingkan dengan para orang tua...
Sabar dan ikhlas sungguh merupakan hal utama dalam menghadapi hari-hari baru ini.. Suka dan duka tak lagi kami rasakan sendiri ... Sungguh indah kebersamaan ini... dan mudah-mudahan kami dapat selalu merasakan dan mengamalkan amanah ini hingga akhir hayat kami nanti, jika Engkau menghendaki, ya Allah...
Ampunilah segala dosa kami, orangtua, keluarga, dan teman-teman kami. Berikanlah kami kesabaran, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap langkah hidup kami demi menuju Ridho-Mu ya Allah... Karuniakanlah kami anak-anak yang shalih & shalihah... yang dapat mengantarkan kami pada kebahagiaan dunia dan akhirat..
Kabulkanlah doa kami ini ya Allah... Hanya kepadaMu-lah kami memohon pertolongan... Amiin..amiin.. ya Robbal 'Aalamiin...
-Rani & Juan-


Acara siang hari itu sedikit terlambat karena rombongan keluarga (calon - pada waktu itu) pengantin pria terjebak kemacetan di sekitar Salemba. Menjatuhkan pilihan untuk melaksanakan akad nikah di hari Jumat memang harus siap dengan cobaannya. Jika akad nikah dilakukan pagi hari, harus segera selesai karena harus melaksanakan solat Jumat. Dan jika siang hari akan ada kemungkinan terlambat dari jadwal karena harus solat Jumat dahulu demi tetap melaksanakan acara itu di hari Jumat, dan bukan Jumat sore menjelang Sabtu. Menikah di hari Jumat disunahkan bukan?
Tapi mungkin justru itulah indahnya. Deg-degan sekali pada waktu itu menunggu kedatangan rombongan keluarga pria...tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan berdoa agar semua berjalan lancar dan mendapat Ridho Allah Swt..
Alhamdulillah acara bisa berlangsung dengan lancar. Bapak dan calon suami saya mengucapkan lafal Ijab-Qobul dengan baik. Subhanallah...tak ada kata yang mampu melukiskan perasaan di hati ini ketika lafal-lafal itu selesai diucapkan. Terharu, bergetar, senang, sedih, semua campur menjadi satu dalam doa yang kami lakukan bersama setelah itu... Tapi yang utama adalah rasa syukur kepadaMu ya Allah atas segala nikmat dan karunia ini...
Kira-kira setengah jam kemudian, acara dilanjutkan dengan sungkeman pada orangtua. Saat-saat inilah yang amat berat dilakukan. Kami semua tak kuasa menahan air mata. Memohon maaf dan doa restu kepada orangtua atas kehidupan kami yang baru nanti... Dan semua saling menitipkan diri... Sungguh merupakan tanggung jawab yang besar...
Setelah itu acara dilanjutkan dengan upacara adat Jawa yang terdiri atas beberapa acara. Salah satunya adalah rebutan barang-barang rumah tangga. Katanya sih ini ditujukan untuk ibu-ibu yang punya anak perempuan. Bila ibu-ibu itu berhasil merebut salah satu barang tersebut, anak perempuannya akan segera menikah :). Saya hanya tersenyum saja mendengarnya. Acara itulah yang paling heboh sore itu.. Alhamdulillah pikulan barang-barang yang dibawa kerabat kami itu "laris manis" :).
Ada kesedihan pada hari itu karena sahabat-sahabat yang amat saya nantikan kehadirannya tak dapat hadir menemani saya. Tapi saya yakin mereka tetap mendoakan kami. Juga ada beberapa teman dan kerabat yang harus meninggalkan tempat acara karena tidak bisa menunggu terlalu lama. Saya sungguh terharu dengan kesediaan mereka untuk hadir pada acara kami. Terima kasih ya...
Acara resepsi baru dilaksanakan hari Minggu malam, tanggal 23 Mei 2004 di Aula Sakinah, Masjid Agung Sunda Kelapa. Alhamdulillah sungguh rezeki itu Allah yang mengatur.. dan rezeki itu kami percaya sebagai hasil dari "tanaman yang dipupuk dan dipelihara" oleh orangtua kami.. Terima kasih Mama, Bapak, Bunda, Papa...
Terima kasih juga untuk teman-teman yang selalu mendoakan kami dan telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara-acara kami... Hanya Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan...
Kini dua bulan sudah kami jalani. Belumlah seberapa artinya bila dibandingkan dengan teman-teman yang sudah lebih dulu menyempurnakan setengah diennya.. apalagi jika dibandingkan dengan para orang tua...
Sabar dan ikhlas sungguh merupakan hal utama dalam menghadapi hari-hari baru ini.. Suka dan duka tak lagi kami rasakan sendiri ... Sungguh indah kebersamaan ini... dan mudah-mudahan kami dapat selalu merasakan dan mengamalkan amanah ini hingga akhir hayat kami nanti, jika Engkau menghendaki, ya Allah...
Ampunilah segala dosa kami, orangtua, keluarga, dan teman-teman kami. Berikanlah kami kesabaran, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap langkah hidup kami demi menuju Ridho-Mu ya Allah... Karuniakanlah kami anak-anak yang shalih & shalihah... yang dapat mengantarkan kami pada kebahagiaan dunia dan akhirat..
Kabulkanlah doa kami ini ya Allah... Hanya kepadaMu-lah kami memohon pertolongan... Amiin..amiin.. ya Robbal 'Aalamiin...
-Rani & Juan-
