i b u
I b u . . .
Ketika dalam kandungan, ibu lah yang dengan susah payah memelihara kita..dengan perut yang besar ia harus tetap melakukan berbagai pekerjaan rumah, bahkan mungkin pekerjaan kantor.. Sakit pun akan selalu ia rasakan...
Ketika akan melahirkan kita, nyawa ibu menjadi taruhannya...
Ketika kita kecil, ibu akan menyuapi kita..meninabobokan kita hingga tanpa terasa ia sendiri yang tertidur lebih dahulu karena rasa lelah karena telah bekerja sepanjang hari...
Ketika kita semakin besar, ibu akan mengantar kita hingga ke depan pintu rumah, mengiringi kita dengan doa demi keselamatan kita hingga kembali ke rumah... Tak ada yang memahami mengapa perasaan ibu begitu peka ketika kita mengalami sesuatu, terutama hal yang tidak baik melanda putra-putrinya...
Ketika kita dewasa dan mulai menyayangi seseorang yang istimewa di hati, ibu memahami perasaan yang ada di dalam hati kita... Ia merelakan putra-putrinya memilih pendamping hidupnya sendiri, walau ia tahu jika sang kekasih tak sesuai dengan kriterianya...
Ketika kita menikah dan memilih hidup dengan pendamping kita, ibu juga akan merelakan dengan senyuman..., walaupun pasti ada rasa pedih di hatinya...
Ibu adalah sosok yang sungguh ajaib... Segala kesedihan, kesusahan, sakit, pedih...semua akan disimpannya sendiri... tak ingin ia menyusahkan anak-anaknya...bahkan mungkin suaminya sendiri...
Tak sadarkah kita telah begitu banyak menyusahkan ibu?
telah banyak berbuat dosa kepadanya...
seringkali berkata kasar...
bahkan mengacuhkannya...
Astaghfirullaahal'aziim....
Ketika dalam kandungan, ibu lah yang dengan susah payah memelihara kita..dengan perut yang besar ia harus tetap melakukan berbagai pekerjaan rumah, bahkan mungkin pekerjaan kantor.. Sakit pun akan selalu ia rasakan...
Ketika akan melahirkan kita, nyawa ibu menjadi taruhannya...
Ketika kita kecil, ibu akan menyuapi kita..meninabobokan kita hingga tanpa terasa ia sendiri yang tertidur lebih dahulu karena rasa lelah karena telah bekerja sepanjang hari...
Ketika kita semakin besar, ibu akan mengantar kita hingga ke depan pintu rumah, mengiringi kita dengan doa demi keselamatan kita hingga kembali ke rumah... Tak ada yang memahami mengapa perasaan ibu begitu peka ketika kita mengalami sesuatu, terutama hal yang tidak baik melanda putra-putrinya...
Ketika kita dewasa dan mulai menyayangi seseorang yang istimewa di hati, ibu memahami perasaan yang ada di dalam hati kita... Ia merelakan putra-putrinya memilih pendamping hidupnya sendiri, walau ia tahu jika sang kekasih tak sesuai dengan kriterianya...
Ketika kita menikah dan memilih hidup dengan pendamping kita, ibu juga akan merelakan dengan senyuman..., walaupun pasti ada rasa pedih di hatinya...
Ibu adalah sosok yang sungguh ajaib... Segala kesedihan, kesusahan, sakit, pedih...semua akan disimpannya sendiri... tak ingin ia menyusahkan anak-anaknya...bahkan mungkin suaminya sendiri...
Tak sadarkah kita telah begitu banyak menyusahkan ibu?
telah banyak berbuat dosa kepadanya...
seringkali berkata kasar...
bahkan mengacuhkannya...
Astaghfirullaahal'aziim....
