^ mind diary ^

Thursday, March 23, 2006

28 Years of Life

Hari ini, Kamis 23 Maret 2006.. umurku berkurang 1 lagi...

Ya Allah... ampunilah segala dosa dan kesalahanku..
Bimbinglah aku selalu dalam menjalani kehidupan ini..
dalam mendidik dan memelihara anak kami...Faiz..

Jadikanlah aku istri yang taat pada suamiku..
Jadikanlah aku ibu yang dapat menjadi tauladan bagi anakku kelak...
Jadikanlah aku anak yang berbakti kepada orang tua...
Jadikanlah aku hamba yang selalu bersyukur atas nikmatMu...
Jadikanlah aku hamba yang selalu bertaubat kepadaMu...

Ampunilah segala dosaku ya Allah...
Terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan...
Alhamdulillah... masih kau panjangkan umurku hari ini..
Entah esok..entah lusa...

Semoga Engkau tak pernah berhenti mencintaiku dan keluargaku ya Allah...
Amiiinn...Amiiin...

Tebet, Kamis 23 Maret 2006 jam 17.16

Tuesday, March 14, 2006

Harus Bagaimanakah Aku?

Mungkin kamu salah seorang yang pernah mengalami hal yang sama seperti aku. Sebagai seorang perempuan yang baru saja menjalani rumah tangga dan merasakan indahnya kehadiran seorang anak, tentunya banyak sekali hal-hal yang indah yang ingin aku dapatkan.

Tapi tentu saja ada banyak hal juga yang muncul tidak seperti yang kita harapkan. Kadangkala aku bingung bagaimana harus bersikap. Terutama terhadap orangtua (dalam hal ini mertua).. dan bagaimana menjalani semua ini dengan bijak dan sabar.

Aku yakin semua ini butuh pengorbanan.
Tapi seringkali aku merasa lelah, bingung harus bagaimana menghadapi hal yang satu ini.

Mudah-mudahan Engkau memudahkan aku dalam menghadapi dan menjalani semua ini ya Allah...
Berikanlah aku petunjuk dan kesabaran dalam segala cobaan dan ujian yang Engkau berikan...
Semoga ini semua dapat menjadi penghapus dosa-dosaku selama ini.
Amiin amiin...

Wednesday, January 25, 2006

1 Tahun Setelah Bapak Pergi...

Tanggal 7 Januari lalu tepat 1 tahun meninggalnya Bapak.
Rasanya cepat sekali waktu berlalu.
Hari Raya Haji yg jatuh 3 hari setelah itu (10 Januari - 10 Dzulhijjah) rasanya semakin membuat aku amat rindu pada Bapak.

Sempat berkirim SMS sama mamaku sayang sebelum mengunjungi beliau pada hari raya itu.
Aku bilang aku minta maaf selama ini belum bisa membahagiakan Mama.
Aku bilang aku kangen Bapak.
Mama tak membalas SMS-ku lagi setelah itu.
Air mata tak terbendung lagi.
Mungkin pada saat yang sama Mama juga sedang menitikkan air mata kerinduan.

Selama ini aku selalu menahan diri untuk tidak mengungkapkan kerinduanku terhadap Bapak kepada Mama.
Aku ngga mau Mama sedih.
Tapi di hari itu... rasanya ingin sekali aku tumpahkan semuanya pada Mama...

Maafkan aku ya Ma...
Mudah-mudahan Allah selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk Mama,
walaupun aku sudah tidak bisa lagi melihat dan memperhatikan Mama setiap hari...

Dd sayang Mama...

Wednesday, December 14, 2005

Ujian dan Cobaan yang Disegerakan adalah Wujud Kasih Sayang Allah

On the authority of Anas (may Allah be pleased with him) who reported that Allah's Messenger (may peace be upon him) said, "When Allah intends good for His slave, He punishes him in this world, but when He intends an evil for His slave, He does not hasten to take him to task but calls him to account on the Day of Resurrection."
(Reported by al-- Tirmidhi)

Dari Anas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila Allah menghendaki kebaikan buat hamba-Nya, maka disegerakannya hukuman di dunia ini. Sebaliknya bila Allah menghendaki keburukan untuk hamba-Nya, maka ditahannya hukumannya di dunia dan dibalaskan di akhirat. (HR At-Tirmizy)

Fawaid

1. Tidak semua ujian dan cobaan itu berarti keburukan, sebab bisa jadi malah menjadi kebaikan buat seseorang, dari pada dia harus menerima hukumannya di neraka yang tentunya jauh lebih menyakitkan dan lebih berat.

2. Ujian dan cobaan dari Allah di dunia ini seringkali justru merupakan bentuk kasih sayang dari Allah. Dia mengekspresikan kasih sayangnya dengan cara-Nya sendiri, yang terkadang kurang mampu dipahami oleh hati yang kurang beriman.
===================================

sumber: Eramuslim
http://eramuslim.com/hd/hn/5c/22319,1,v.html

Wednesday, October 05, 2005

Puasa Pertama Tanpa Bapak

Alhamdulillah Ramadhan datang lagi. Rindu rasanya berpuasa setelah tahun lalu ga bisa ikut puasa karena lagi mabok berat (hamil 3 bulan). InsyaAllah mudah-mudahan puasa kali ini kuat, soalnya masih nyusuin Faiz. Dan mudah-mudahan ASI bisa banyak juga. amiin...

Puasa tahun ini sungguh berbeda.
Ga ada lagi Bapak yang rajin mbangunin anak-anaknya.. yang tetep aja tidur meski udah dibangunin berulangkali...
Ga ada lagi Bapak yang selalu berebut martabak istimewa buatan mama dengan anak-anaknya...
Ga ada lagi Bapak yang rajin beli bubur ayam kelor di Jatinegara dan asinan kayu manis untuk buka puasa...
Ga ada lagi Bapak yang selalu menemani mama sholat tarawih berjamaah di masjid dekat rumah...
Ga ada lagi Bapak yang selalu menjadi imam sholat kami sekeluarga....

Ya Allah...
ampunilah segala dosa dan kesalahan Bapak...
terimalah segala amal ibadahnya...
berikan tempat yang terbaik untuknya...
sampaikan salam rinduku pada Bapakku sayang...
amiiinn...